Episode Terakhir Mata Najwa: Antara Selebrasi dan Jeda Dalam Berkarya

Episode terakhir Mata Najwa diisi dengan selebrasi. Mungkinkah ini dapat dimaknakan sebagai pesta-pora dari berakhirnya program berkualitas di televisi?

Setelah tujuh tahun, program unggulan Metro TV, yaitu Mata Najwa berhenti mengudara. Pengumuman ‘kelulusan’ Mata Najwa dari Metro TV ini disampaikan melalui akun Twitter dan Instagram Najwa Shihab pada Selasa (8/8/2017). “Terima kasih tiada tara pada keluarga besar Metro TV. Juga kepada semua pihak yang telah bermitra dan mendukung,” ujarnya.

Dalam pengumuman tersebut juga diumumkan bahwa episode terakhir Mata Najwa akan tayang pada Rabu, 30 Agustus 2017 dengan tajuk “Catatan Tanpa Titik”.

Beragam spekulasi bertebaran. Semua bertanya-tanya, program yang konon selama lima tahun terakhir memberikan mayoritas revenue bagi Metro TV kenapa harus berakhir?

Salah satu spekulasi mengatakan, Mata Najwa berhenti tayang karena sudah mengibarkan ‘bendera perang’ dengan Metro TV. Episode live terakhir berjudul “Eksklusif Bersama Novel Baswedan” disinyalir tidak direstui Metro TV. Sehingga proses syuting dan akomodasi selama di Singapura dikabarkan menggunakan biaya pribadi. Bahkan sempat terdengar kabar, episode tersebut nyaris tak akan tayang karena menjadi perdebatan di internal redaksi.

Dua minggu setelah pengumuman itu, Mata Najwa mengadakan acara rekaman (taping) episode terakhir pada Rabu (23/8/2017) di Grand Studio Metro TV. Seperti yang sudah diumumkan sebelumnya, episode terakhir Mata Najwa ini akan berjudul “Catatan Tanpa Titik”.

undangan

Acara rekaman episode terakhir dimulai sejak pukul 19.00 WIB, dengan menghadirkan Glenn Fredly, Gibran Rakabuming, Kikan, Project Pop, Reza Rahadian, Slank, Sujiwo Tejo, dan Tompi. Melihat dari barisan nama pesohor tanah air yang hadir pada acara ini, tampaknya mereka adalah beberapa di antara narasumber terbaik yang pernah dihadirkan di Mata Najwa.

stage
Panggung Episode Terakhir Mata Najwa “Catatan Tanpa Titik”

Sebagai salah seorang tamu undangan, saya menemukan banyak hal menarik, termasuk (sepertinya) jawaban atas berakhirnya program Mata Najwa di Metro TV.

  1. Di episode terakhir Mata Najwa, sang tuan rumah justru menjadi narasumber. Para barisan pesohor di atas justru mengambil alih peran Najwa sebagai host. Mereka mencecar Najwa dengan pertanyaan-pertanyaan. Seperti yang biasa ia lakukan di Mata Najwa.

    3
    Glenn Fredly dan dr. Tompi Sebagai Host di Episode Terakhir Mata Najwa
  2. Semua pertanyaan berujung kepada, “Mau ke mana sih Najwa dan Mata Najwa?” Najwa Shihab menjawab dengan tegas, “Saya tidak ke mana-mana. Saya akan terus berkarya. Ini cuma jeda.”
  3. Jika acara perpisahan diisi dengan isak tangis dan penuh keharuan, justru episode terakhir Mata Najwa malah penuh suka-cita. Bernyanyi-nyanyi, ketawa-ketiwi; sebuah selebrasi akan berakhirnya program berkualitas di televisi?

    2
    Project Pop Membawakan Lagu Spesial untuk Najwa Shihab
  4. Salah spekulasi yang beredar dari berakhirnya program Mata Najwa adalah Najwa Shihab akan diangkat menjadi Menteri Sosial. Hal ini pun juga dijawab oleh Najwa Shihab dengan tegas saat rekaman episode terakhir, “Saya cinta pekerjaan saya sebagai jurnalis.”
  5. Dari pembicaraan dan sumber internal, beberapa orang yang sudah terlibat lama di dalam program Mata Najwa ternyata ikut memutuskan keluar dari Metro TV. Salah satunya berposisi sebagai Eksekutif Produser.

    1
    Kutipan Catatan Najwa di Episode Terakhir
  6. Kata “jeda” tampaknya menjadi kunci dari berakhirnya program Mata Najwa. Dalam taping episode terakhir, Najwa Shihab berulang-ulang mengatakan, bahkan dalam Catatan Najwa, “Waktunya mengambil jeda beberapa saat, agar riwayat tak lekas tumpat padat.” Semakin jelas, bahwa Mata Najwa tak akan lama-lama ‘menghilang’ dari pemirsa. Besar kemungkinan, program ini akan tayang kembali dalam waktu dekat, namun dengan ‘rumah’ yang berbeda.

Apapun strategi yang sedang direncanakan oleh Najwa Shihab dan timnya, memang patut kita tunggu. Karena selama tujuh tahun mengudara, Mata Najwa sudah menebarkan banyak inspirasi yang baik. Bukankah hal-hal yang baik harus terus dilanjutkan?

4

Advertisements

Kisi-Kisi Ujian Nasional, Untuk Apa Pelajar Mengejarnya?

Kisi-kisi Ujian sedang jadi Most Wanted Item dalam beberapa bulan ini. Siswa dan siswi semester akhir dari seluruh Indonesia akan menghadapi Ujian Nasional yang menjadi persyaratan untuk lulus dan menuju jenjang pendidikan selanjutnya. Tapi sebenarnya sepenting apakah kisi-kisi ujian ini?

kisi_kisi_ujian

Tampaknya pelajar sekarang bukan jauh lebih pintar, tapi malah jadi bodoh plus malas sekali. Sekolah hanya menjadi arena pencapaian nilai. Sebab nilai mnejadi satu-satunya tolak ukur keberhasilan. Karena itu, menjelang Ujian Nasional selalu saja kita akan melihat sebagian besar dari mereka pontang-panting mencari kisi-kisi ujian.

Kisi-kisi ujian adalah sekilas informasi yang disusun oleh para guru berupa kumpulan soal atau semacam silabus yang nantinya akan menjadi panduan dalam mengerjakan soal-soal Ujian Nasional.

Dalam kisi-kisi ujian sebenarnya nihil keobjektivitasan. Persyaratan dalam pembuatan materi tes atau ujian adalah validitas, reliabilitas, dan objektivitas. Jika ketiga persyaratan ini sudah terpenuhi, maka barulah bisa dikatakan materi ujian yang dibuat itu baik. Ibarat istilah matematika, kisi-kisi ujian adalah bilangan imajiner, yang keberadaannya hanya di awang-awang; hanya sebuah perbantuan. Sehingga kisi-kisi ujian hanyalah sebuah panduan, bukan keharusan yang harus dicari-cari, dikejar-kejar, dan dipaksakan harus ada keberadaannya.

Pemberian kisi-kisi ujian sebenarnya justru merusak mental pelajar karena bisa menyesatkan. Tak ada yang bisa menjamin keakuratannya. Dengan hanya memelajari materi yang ada di dalam kisi-kisi ujian, artinya pelajar tersebut hanya menguasai ilmu yang ada di dalam kisi-kisi ujian tersebut. Jadi apa gunanya mereka sekolah bertahun-tahun tapi hanya menguasai segelintir ilmu?

Dalam menghadapi Ujian Nasional, sebaiknya para guru menegaskan kepada siswa/siswinya untuk mempersiapkan kematangan ilmu yang mereka miliki dengan belajar secara rutin, bukan sistem kebut semalam. Kisi-kisi ujian bukanlah jawaban untuk keberhasilan, tapi bentuk kesesatan yang harus dikoreksi.

Foto dari idisuwardi.blogspot.com