Kerja Keras Merestorasi Lahan Gambut Sumsel

Restorasi lahan gambut menjadi salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sejak 2016 dan telah tertuang dalam Peraturan Presiden RI No.1 Tahun 2016 yang salah satu isinya tentang pembentukan Badan Restorasi Gambut (BRG). BRG dituntut untuk menjalankan misi restorasi lahan gambut seluas dua juta hektar dalam waktu lima tahun. Lahan yang direstorasi tersebar di tujuh provinsi yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.

 

Dari target dua juta hektar lahan, lebih dari 400.000 hektare berada di Sumatera Selatan. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan upaya restorasi lahan gambut pasca kebakaran dapat terealisasi sebesar 30% atau seluas 140.400 hektare pada tahun 2017.

 

Kalau ditanya, “Memangnya Omkit tau lahan gambut itu kayak apa?” Dengan pasti saya akan menjawab, “Ya enggak tahu dong.” Enggak tahu kok bangga ya?

 

Keawaman saya tentang lahan gambut ini seolah mendapat pencerahan. Pertengahan April lalu, saya mendapat undangan media visit ke salah satu lokasi restorasi lahan gambut yang berada di Sepucuk, Ogan Komering Ilir (OKI). Bersama rombongan lainnya, salah seorangnya ada travel blogger ternama, Deddy Huang, kami menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam dari kota Palembang menuju Kayu Agung. Meski sempat terjebak kemacetan, akhirnya kami tiba juga di hutan gambut. Lebih baik terjebak kemacetan daripada terjebak masa lalu, kan?

DSC01058
Lokasi Restorasi Lahan Gambut di Kabupaten OKI, Sumsel

Setibanya di lokasi, suasana hutan terasa kental. Suara serangga hutan yang khas terdengar ketika memasuki sebuah kawasan hutan gambut ini. Saya mendadak seperti seorang Dr. Indiana Jones yang akan berpetualang memasuki hutan belantara untuk mencari artefak-artefak kuno. Pengalaman pertama ini ke lokasi restorasi lahan gambut ini cukup seru. Setelah turun dari bus, saya merasakan tanahnya sangat empuk. Seperti permen Yuppy. Saya sempat khawatir, tanah ini sebenarnya adalah pasir hisap yang akan menelan siapapun yang menginjakkan kaki di atasnya.

DSC01065
Tim Balai Litbang LHK Palembang dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI

Setiba di lokasi, ternyata kami telah disambut oleh Tim Balai Litbang LHK Palembang dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI. Bapak Bastoni selaku Peneliti Balai Litbang mengisahkan tentang apa yang terjadi pada lahan gambut yang sedang saya pijak ini. Ternyata lahan gambut ini mengalami degradasi, seperti halnya Sunderland dibawah asuhan David Moyes. Sebuah kebakaran hebat melanda area tersebut pada tahun 1997 dan sempat terulang kembali pada 2006. Hutan dan lahan rawa gambut yang terdegradasi berat oleh kebakaran, butuh penanganan serius. Pemulihan atau restorasi secara alami sangat sulit terbentuk dan membutuhkan waktu lama. Lalu bagaimana cara mereka mempercepat merestorasi?

DSC01055

Dari rilis yang dibagikan oleh Balai Litbang LHK, mereka menerapkan teknik silvikultur untuk restorasi lahan gambut di Sumatera Selatan. Teknik tersebut telah berhasil diterapkan untuk merestorasi lahan gambut bekas kebakaran di daerah Kedaton Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pada areal seluas 20 hektar.

DSC01057.JPG
Tanaman Ramin, yang kayunya menjadi bahan membuat kayu lapis

Uniknya, lahan gambut hasil restorasi tersebut kemudian ditanami jenis-jenis pohon lokal, seperti Ramin (Gonystylus bancanus), Jelutung rawa (Dyera lowii), Punak (Tetramerista glabra), Perupuk (Lopopethalum javanicum), Gelam (Melaleuca leucadendron), dan lain-lain. Jangan tanyakan ke saya seperti apa jenis pohon-pohon tersebut karena saya buta soal itu.

Dari penjelasan Pak Bastoni, saya merasa lega dan sangat bangga. Apa sebab? Karena kerja keras mereka tentunya akan mengurangi probabilitas kembali terulangnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi 2015 silam. Siapa sih yang ingin kotanya tertutup lagi oleh kabut asap karena karhutla dan memakan banyak korban jiwa karena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)?

DSC01097
Bus Rombongan Media Field Visit

Tapi ada satu hal keren lainnya. Lokasi restorasi lahan gambut ini akan menjadi salah satu lokasi kunjungan dari delegasi 30 negara pada perhelatan The 1st Bonn Challenge Asia Pacific Regional Asia High Level Roundtable pada 9-10 Mei 2017. Tujuan utama terselenggaranya Bonn Challenge ini adalah menjadi forum pertemuan untuk membicarakan cara mengurangi laju deforestasi seluas 150 juta hektar lahan hutan hingga tahun 2020, dan 350 juta hektar sampai dengan tahun 2030.

DSC01112
Lahan Gambut di Kabupaten OKI

Dengan berkunjung ke lokasi restorasi lahan gambut Sumatera Selatan, diharapkan semua kerja keras yang dilakukan oleh Balai Litbang LHK Palembang bisa menjadi percontohan untuk  wilayah lain, sekaligus menegaskan bahwa restorasi lahan gambut bekas kebakaran ini siap diperluas untuk membantu program restorasi gambut nasional yang telah ditargetkan oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo.

Advertisements

3 thoughts on “Kerja Keras Merestorasi Lahan Gambut Sumsel

  1. Eww.. predikatnya om,, nanti ada yang tersinggung wkwkwk… eh link tulisanku gak bisa diklik. Nanti ku edit tulisanku biar bisa di link ke tulisan kamu dan mas Dave.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s