Episode Terakhir Mata Najwa: Antara Selebrasi dan Jeda Dalam Berkarya

Episode terakhir Mata Najwa diisi dengan selebrasi. Mungkinkah ini dapat dimaknakan sebagai pesta-pora dari berakhirnya program berkualitas di televisi?

Setelah tujuh tahun, program unggulan Metro TV, yaitu Mata Najwa berhenti mengudara. Pengumuman ‘kelulusan’ Mata Najwa dari Metro TV ini disampaikan melalui akun Twitter dan Instagram Najwa Shihab pada Selasa (8/8/2017). “Terima kasih tiada tara pada keluarga besar Metro TV. Juga kepada semua pihak yang telah bermitra dan mendukung,” ujarnya.

Dalam pengumuman tersebut juga diumumkan bahwa episode terakhir Mata Najwa akan tayang pada Rabu, 30 Agustus 2017 dengan tajuk “Catatan Tanpa Titik”.

Beragam spekulasi bertebaran. Semua bertanya-tanya, program yang konon selama lima tahun terakhir memberikan mayoritas revenue bagi Metro TV kenapa harus berakhir?

Salah satu spekulasi mengatakan, Mata Najwa berhenti tayang karena sudah mengibarkan ‘bendera perang’ dengan Metro TV. Episode live terakhir berjudul “Eksklusif Bersama Novel Baswedan” disinyalir tidak direstui Metro TV. Sehingga proses syuting dan akomodasi selama di Singapura dikabarkan menggunakan biaya pribadi. Bahkan sempat terdengar kabar, episode tersebut nyaris tak akan tayang karena menjadi perdebatan di internal redaksi.

Dua minggu setelah pengumuman itu, Mata Najwa mengadakan acara rekaman (taping) episode terakhir pada Rabu (23/8/2017) di Grand Studio Metro TV. Seperti yang sudah diumumkan sebelumnya, episode terakhir Mata Najwa ini akan berjudul “Catatan Tanpa Titik”.

undangan

Acara rekaman episode terakhir dimulai sejak pukul 19.00 WIB, dengan menghadirkan Glenn Fredly, Gibran Rakabuming, Kikan, Project Pop, Reza Rahadian, Slank, Sujiwo Tejo, dan Tompi. Melihat dari barisan nama pesohor tanah air yang hadir pada acara ini, tampaknya mereka adalah beberapa di antara narasumber terbaik yang pernah dihadirkan di Mata Najwa.

stage
Panggung Episode Terakhir Mata Najwa “Catatan Tanpa Titik”

Sebagai salah seorang tamu undangan, saya menemukan banyak hal menarik, termasuk (sepertinya) jawaban atas berakhirnya program Mata Najwa di Metro TV.

  1. Di episode terakhir Mata Najwa, sang tuan rumah justru menjadi narasumber. Para barisan pesohor di atas justru mengambil alih peran Najwa sebagai host. Mereka mencecar Najwa dengan pertanyaan-pertanyaan. Seperti yang biasa ia lakukan di Mata Najwa.

    3
    Glenn Fredly dan dr. Tompi Sebagai Host di Episode Terakhir Mata Najwa
  2. Semua pertanyaan berujung kepada, “Mau ke mana sih Najwa dan Mata Najwa?” Najwa Shihab menjawab dengan tegas, “Saya tidak ke mana-mana. Saya akan terus berkarya. Ini cuma jeda.”
  3. Jika acara perpisahan diisi dengan isak tangis dan penuh keharuan, justru episode terakhir Mata Najwa malah penuh suka-cita. Bernyanyi-nyanyi, ketawa-ketiwi; sebuah selebrasi akan berakhirnya program berkualitas di televisi?

    2
    Project Pop Membawakan Lagu Spesial untuk Najwa Shihab
  4. Salah spekulasi yang beredar dari berakhirnya program Mata Najwa adalah Najwa Shihab akan diangkat menjadi Menteri Sosial. Hal ini pun juga dijawab oleh Najwa Shihab dengan tegas saat rekaman episode terakhir, “Saya cinta pekerjaan saya sebagai jurnalis.”
  5. Dari pembicaraan dan sumber internal, beberapa orang yang sudah terlibat lama di dalam program Mata Najwa ternyata ikut memutuskan keluar dari Metro TV. Salah satunya berposisi sebagai Eksekutif Produser.

    1
    Kutipan Catatan Najwa di Episode Terakhir
  6. Kata “jeda” tampaknya menjadi kunci dari berakhirnya program Mata Najwa. Dalam taping episode terakhir, Najwa Shihab berulang-ulang mengatakan, bahkan dalam Catatan Najwa, “Waktunya mengambil jeda beberapa saat, agar riwayat tak lekas tumpat padat.” Semakin jelas, bahwa Mata Najwa tak akan lama-lama ‘menghilang’ dari pemirsa. Besar kemungkinan, program ini akan tayang kembali dalam waktu dekat, namun dengan ‘rumah’ yang berbeda.

Apapun strategi yang sedang direncanakan oleh Najwa Shihab dan timnya, memang patut kita tunggu. Karena selama tujuh tahun mengudara, Mata Najwa sudah menebarkan banyak inspirasi yang baik. Bukankah hal-hal yang baik harus terus dilanjutkan?

4

Advertisements

Pusat Latihan Gajah Padang Sugihan: Surga Kecil di Kabupaten Banyuasin

Ketika ditanya, “Di mana sih pusat pelatihan gajah di Indonesia?” Sebagian besar orang pasti akan menjawab, “Di Way Kambas.” Memang tidak salah sih. Tapi tahukah kamu bahwa ada Pusat Latihan Gajah (PLG) di Padang Sugihan, Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan?

DSC01167
Gajah Kecil Berbelalai Panjang (Tapi Namanya Bukan Bona)

Gajah, mamalia berbadan besar, berbelalai panjang, memiliki gading, dan terbukti memiliki ingatan yang tajam ini memang selalu menarik untuk menjadi bahan pembicaraan. Penyanyi Tulus bahkan membuat sebuah lagu berjudul Gajah yang di salah satu baris liriknya menjelaskan keistimewaan hewan yang bernama Latin Elephas maximus ini.

Beberapa waktu lalu, saya berkesempatan mengunjungi PLG Padang Sugihan. Perjalanan menuju lokasi ditempuh menggunakan transportasi air perahu cepat dengan menyusuri Sungai Musi. Dengan waktu tempuh kurang lebih 1,5 jam, perjalanan cukup membuat saya deg-degan karena baru kali pertama menaiki perahu cepat. Niat hati ingin tidur sejenak dalam perjalanan menuju PLG, namun kenyataan tak sesuai harapan. Saya yang duduk di samping juru kemudi berkali-kali mesti terguncang hebat karena hempasan ombak yang dihasilkan dari perahu cepat lain. Alhasil, sepanjang perjalanan saya terus terjaga dan mengusap-usap dada sambil bergumam, “Gini amat ya hidup?”

DSC01128
Pemandangan Dari Dalam Perahu Cepat

Sebenarnya ada sensasi nikmat yang sulit digambarkan ketika perahu cepat mulai berlayar di perairan tenang. Ingin rasanya saya keluar menuju geladak perahu sambil berteriak, “I’m the King of the World!” sambil diiringi lagu My Heart Will Go On dari Celine Dion.

Sepanjang perjalanan menuju Pusat Latihan Gajah Padang Sugihan ada banyak pemandangan menarik. Ternyata banyak sekali kapal-kapal yang beroperasi di tengah Sungai Musi. Saya tidak begitu paham, apakah itu kapal tanker, kapal kargo, atau bahkan Kapal Api. Selain itu, kami juga melewati daerah transmigrasi yang dihuni oleh pendatang dari pulau Jawa. Mereka menetap di rumah-rumah panggung yang letaknya berdekatan satu sama lain.

DSC01178
Dermaga di PLG Padang Sugihan

Satu setengah jam pun berlalu dan akhirnya kami tiba di sebuah dermaga kecil di Padang Sugihan. Turun dari perahu, saya sejenak tertegun.

DSC01179
Pemandangan ‘Surga’ di Pusat Pelatihan Gajah Padang Sugihan 

“Inikah surga itu?” gumam saya dalam hati. Batin ingin membenarkan, namun akal sehat menolak. “Woy, lo itu di Pusat Latihan Gajah Padang Sugihan!”

DSC01139
Menikmati Makan Siang

Setelah menampar-nampar wajah saya sendiri agar kembali tersadar, saya tergopoh-gopoh menghampiri salah seorang petugas di sana.

“Maaf, Pak. Kamar mandi di mana ya? Saya kebelet pipis.”

DSC01141
Para Gajah di PLG Padang Sugihan

Siang itu saya merasa seperti seorang kru produksi film dokumentasi alam liar. Padang seluas 88 ribu hektar itu seakan mengelilingi saya. Dari kejauhan tampak hutan yang lebat. Kawanan gajah sibuk menyantap rumput dan pucuk umbi-umbian yang disajikan oleh pawang mereka dengan lahapnya. Tak peduli ada sekelompok manusia yang terkagum-kagum dengan pemandangan tempat tinggal mereka. Saat itu, saya benar-benar merasa sangat ndeso. Sangat jarang bisa menemui pemandangan ‘surga’ seperti ini.

Apa sih yang menarik dari PLG Padang Sugihan ini?

DSC01149
Pak Jumiran, Kepala Pawang di PLG Padang Sugihan

Perkenalkan, Bapak ini bernama Jumiran. Beliau adalah kepala pawang di tempat ini Pusat Latihan Gajah Padang Sugihan. Dengan pengalaman 30 tahun menjinakkan gajah, saya yakin beliau pasti bisa bicara bahasa gajah.

DSC01162
Pawang Gajah Beraksi

Di PLG ini terdapat 30 ekor gajah, dimana ada 24 gajah dewasa dan 6 yang masih anak-anak. Uniknya, semua gajah ini memiliki nama layaknya manusia. Ketika dipanggil dengan namanya, gajah yang dipanggil akan mendekati sang pawang. Kata Pak Jumiran, gajah-gajah di sini sudah sangat jinak, bahkan hapal dengan keringat pawangnya.

DSC01161
Kuis: Berapa Banyak Gajah di Gambar Ini?

PLG yang didirikan sejak tahun 1989 ini sebenarnya sebagai solusi mengatasi kumpulan gajah liar yang kerap masuk ke perkampungan dan lahan perkebunan penduduk. Sebenarnya gajah liar tersebut tak salah. Mereka hanya mengingat jalur yang biasa mereka lewati untuk mencari makan. Namun, karena lokasi mereka mencari makanan berubah menjadi hunian warga, maka mengamuklah mereka. Gajah merasa manusia adalah ancaman. Sebaliknya, manusia merasa gajahlah yang harus dibinasakan. Daripada konflik terus berkepanjangan, maka Pusat Latihan Gajah Padang Sugihan ini didirikan.

DSC01165
Gajah Bermanja-Manja dengan Sang Pawang

Pak Jumiran juga menjelaskan cara yang ia lakukan bersama pawang-pawang lain untuk menjinakkan gajah liar. Dengan mengadopsi metode dari Thailand, gajah liar dijinakkan dengan mempertemukannya dengan gajah pikat agar mudah dikendalikan.

Setelah mendengarkan penjelasan dari Pak Jumiran, saya berkeliling Pusat Latihan Gajah Padang Sugihan untuk mengambil foto-foto.

DSC01169
Naik Gajah

Tiba-tiba pundak saya ditepuk oleh bapak-bapak yang ternyata juga seorang pawang. Ia bertanya, “Mau naik gajah gak, Mas?”

Saya tertawa, kemudian menjawab, “Enggak usah deh, Pak. Masa gajah naik gajah.”

Kerja Keras Merestorasi Lahan Gambut Sumsel

Restorasi lahan gambut menjadi salah satu program prioritas Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo sejak 2016 dan telah tertuang dalam Peraturan Presiden RI No.1 Tahun 2016 yang salah satu isinya tentang pembentukan Badan Restorasi Gambut (BRG). BRG dituntut untuk menjalankan misi restorasi lahan gambut seluas dua juta hektar dalam waktu lima tahun. Lahan yang direstorasi tersebar di tujuh provinsi yaitu Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua.

 

Dari target dua juta hektar lahan, lebih dari 400.000 hektare berada di Sumatera Selatan. Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan menargetkan upaya restorasi lahan gambut pasca kebakaran dapat terealisasi sebesar 30% atau seluas 140.400 hektare pada tahun 2017.

 

Kalau ditanya, “Memangnya Omkit tau lahan gambut itu kayak apa?” Dengan pasti saya akan menjawab, “Ya enggak tahu dong.” Enggak tahu kok bangga ya?

 

Keawaman saya tentang lahan gambut ini seolah mendapat pencerahan. Pertengahan April lalu, saya mendapat undangan media visit ke salah satu lokasi restorasi lahan gambut yang berada di Sepucuk, Ogan Komering Ilir (OKI). Bersama rombongan lainnya, salah seorangnya ada travel blogger ternama, Deddy Huang, kami menempuh perjalanan kurang lebih 4 jam dari kota Palembang menuju Kayu Agung. Meski sempat terjebak kemacetan, akhirnya kami tiba juga di hutan gambut. Lebih baik terjebak kemacetan daripada terjebak masa lalu, kan?

DSC01058
Lokasi Restorasi Lahan Gambut di Kabupaten OKI, Sumsel

Setibanya di lokasi, suasana hutan terasa kental. Suara serangga hutan yang khas terdengar ketika memasuki sebuah kawasan hutan gambut ini. Saya mendadak seperti seorang Dr. Indiana Jones yang akan berpetualang memasuki hutan belantara untuk mencari artefak-artefak kuno. Pengalaman pertama ini ke lokasi restorasi lahan gambut ini cukup seru. Setelah turun dari bus, saya merasakan tanahnya sangat empuk. Seperti permen Yuppy. Saya sempat khawatir, tanah ini sebenarnya adalah pasir hisap yang akan menelan siapapun yang menginjakkan kaki di atasnya.

DSC01065
Tim Balai Litbang LHK Palembang dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI

Setiba di lokasi, ternyata kami telah disambut oleh Tim Balai Litbang LHK Palembang dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten OKI. Bapak Bastoni selaku Peneliti Balai Litbang mengisahkan tentang apa yang terjadi pada lahan gambut yang sedang saya pijak ini. Ternyata lahan gambut ini mengalami degradasi, seperti halnya Sunderland dibawah asuhan David Moyes. Sebuah kebakaran hebat melanda area tersebut pada tahun 1997 dan sempat terulang kembali pada 2006. Hutan dan lahan rawa gambut yang terdegradasi berat oleh kebakaran, butuh penanganan serius. Pemulihan atau restorasi secara alami sangat sulit terbentuk dan membutuhkan waktu lama. Lalu bagaimana cara mereka mempercepat merestorasi?

DSC01055

Dari rilis yang dibagikan oleh Balai Litbang LHK, mereka menerapkan teknik silvikultur untuk restorasi lahan gambut di Sumatera Selatan. Teknik tersebut telah berhasil diterapkan untuk merestorasi lahan gambut bekas kebakaran di daerah Kedaton Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pada areal seluas 20 hektar.

DSC01057.JPG
Tanaman Ramin, yang kayunya menjadi bahan membuat kayu lapis

Uniknya, lahan gambut hasil restorasi tersebut kemudian ditanami jenis-jenis pohon lokal, seperti Ramin (Gonystylus bancanus), Jelutung rawa (Dyera lowii), Punak (Tetramerista glabra), Perupuk (Lopopethalum javanicum), Gelam (Melaleuca leucadendron), dan lain-lain. Jangan tanyakan ke saya seperti apa jenis pohon-pohon tersebut karena saya buta soal itu.

Dari penjelasan Pak Bastoni, saya merasa lega dan sangat bangga. Apa sebab? Karena kerja keras mereka tentunya akan mengurangi probabilitas kembali terulangnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi 2015 silam. Siapa sih yang ingin kotanya tertutup lagi oleh kabut asap karena karhutla dan memakan banyak korban jiwa karena Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA)?

DSC01097
Bus Rombongan Media Field Visit

Tapi ada satu hal keren lainnya. Lokasi restorasi lahan gambut ini akan menjadi salah satu lokasi kunjungan dari delegasi 30 negara pada perhelatan The 1st Bonn Challenge Asia Pacific Regional Asia High Level Roundtable pada 9-10 Mei 2017. Tujuan utama terselenggaranya Bonn Challenge ini adalah menjadi forum pertemuan untuk membicarakan cara mengurangi laju deforestasi seluas 150 juta hektar lahan hutan hingga tahun 2020, dan 350 juta hektar sampai dengan tahun 2030.

DSC01112
Lahan Gambut di Kabupaten OKI

Dengan berkunjung ke lokasi restorasi lahan gambut Sumatera Selatan, diharapkan semua kerja keras yang dilakukan oleh Balai Litbang LHK Palembang bisa menjadi percontohan untuk  wilayah lain, sekaligus menegaskan bahwa restorasi lahan gambut bekas kebakaran ini siap diperluas untuk membantu program restorasi gambut nasional yang telah ditargetkan oleh Presiden RI, Bapak Joko Widodo.

Merayakan Ulang Tahun Dalam Kemewahan Nusantara

Selalu ada perayaan dalam setiap ulang tahun, baik besar ataupun kecil. Hanya saja, tidak semua orang tahu cara merayakan ulang tahun dengan cara elegan dan dengan balutan kemewahan nusantara.

Tradisi merayakan ulang tahun telah lazim dilakukan oleh masyarakat dunia sejak ribuan tahun yang lalu. Awal perayaan ulang tahun adalah untuk raja dan dewa. Di zaman Mesir Kuno, tanggal kelahiran Raja Firaun dirayakan berulang-ulang setiap tahunnya. Maklum, masa itu Firaun dianggap masyarakat Mesir Kuno sebagai perwujudan dari Dewa. Tak jauh berbeda yang dilakukan oleh bangsa Yunani, ketika bulan purnama tiba, mereka mempersembahkan kue berbentuk bulan untuk Dewi Artemis dengan beberapa lilin di atas kue. Lilin adalah refleksi cahaya bulan dan kecantikan. Akhirnya tradisi ini dipakai banyak orang untuk merefleksikan ulang tahun sebagai awal kehidupan baru yang lebih bersinar.

Di abad ke-12, bangsa Romawi juga mulai merayakan ulang tahun. Meskipun hanya laki-laki yang boleh merayakan ulang tahun, pada saat itu sudah dikenal tradisi memberi kado. Pada masa itu, kado yang berharga adalah tepung terigu, minyak zaitun, madu, dan keju.

Perayaan ulang tahun mulai menyebar ke seluruh dunia di abad ke-18. Di Eropa, ulang tahun dirayakan sebagai salah satu cara untuk menjaga mereka dari hal-hal yang jahat. Orang yang berulang tahun mengundang teman-teman dan keluarga untuk memberikan doa serta pengharapan yang baik bagi yang berulang tahun. Memberikan kado juga dipercaya dapat memberikan rasa gembira bagi orang yang berulang tahun sehingga dapat mengusir hal-hal jahat tersebut.

IMG_0640
Red Carpet NET. 3.0

Memberikan rasa gembira dalam kemewahan nusantara, niatan itulah yang membawa Bakmi Mewah, bakmi siap saji dengan daging ayam dan jamur asli pertama di Indonesia ikut merayakan ulang tahun NET. yang ke-3 sebagai sponsor utama. Seperti yang kita ketahui, NET. (singkatan dari News and Entertainment Television) adalah sebuah stasiun televisi swasta terestrial nasional di Indonesia yang resmi mengudara pada 26 Mei 2013.

poster-net
Poster NET. 3.0

Seperti halnya di ulang tahun pertama dan kedua, NET. kembali mengundang penyanyi internasional. Setelah Far East Movement, Ne-Yo, Demi Lovato, dan Karmin, di perayaan ulang tahun ketiga NET. mengundang penyanyi internasional Jessie J, Dawin, dan Omi. Bertempat di Sentul International Convention Center (SICC), acara bertajuk NET. 3.0 (Indonesian Choice Award 2016) ini sangat seru dan penuh dengan balutan kemewahan nusantara.

Bakmi Mewah, produk mie cepat saji terbaru yang inovatif dari PT Mayora Indah Tbk. mendukung penuh acara ini. Alasannya tak lain, karena visi dan misi NET. sejalan dengan misi Bakmi Mewah yang ingin menjadi produk cepat saji yang inovatif dan breakthrough dan menjadi bagian dari gaya hidup modern yang dinamis.

IMG_0646
Lorong Menuju Lounge Bakmi Mewah

Tiga jam sebelum acara NET 3.0 dimulai, di lounge Bakmi Mewah digelar acara Bakmi Mewah Grande Moment yang menjadi puncak dari peluncuran Bakmi Mewah di Indonesia. Ketika pertama kali kaki melangkah masuk, saya terkagum-kagum dengan desain lounge Bakmi Mewah. Perpaduan warna hitam dan kuning keemasan membuat lounge ini sangat mewah. Berdasarkan psikologi warna, kuning keemasan melambangkan keagungan, kemewahan, dan kemegahan. Sedangkan warna hitam melambangkan ketegasan dan kekuatan yang solid.

IMG_0647
Panggung di Lounge Bakmi Mewah

Lounge Bakmi Mewah mengingatkan saya pada konsep dalam film Great Gatsby yang diperankan oleh Leonardo DiCaprio. Konsep yang sama kebetulan juga digunakan saat kantor saya merayakan ulang tahun ke-15 bulan November lalu.

IMG_0676
Indy Barends Memandu Acara

Setelah menunggu kurang lebih satu jam, Indy Barends yang juga merupakan Brand Ambassador Bakmi Mewah membuka acara dengan gayanya yang khas: lincah dan spontan. Indy mengaku, sebagai public figure yang sangat sibuk shooting dan menjadi MC, ia butuh penganan yang cepat tapi berkualitas. Dan Bakmi Mewah adalah jawabannya. Baginya, Bakmi Mewah adalah satu-satunya produk bakmi cepat saji yang bisa membuktikan bahwa bakmi ala restoran bisa disajikan dengan mudah dan cepat tanpa harus memangkas kualitas dan bisa mengedepankan kemewahan nusantara.

IMG_0661
Chef Billy Karangi dan Chef Aiko Sarwosri Diwawancarai Media

Duo chef ternama Indonesia, Chef Billy Karangi dan Chef Aiko Sarwosri yang hadir pada acara tersebut ikut merekomendasikan Bakmi Mewah. “Bakmi pada Bakmi Mewah sangat kenyal dan legit. Ini karena perpaduan antara tepung dan telur yang seimbang dan tepat,” jelasnya. Ia menambahkan, “Potongan daging ayamnya kotak-kotak dan konsisten, seperti kualitas restoran. Bakmi Mewah tidak menggunakan penguat rasa buatan.”

IMG_0700
Drama Musikal Bakmi Mewah yang Melibatkan Chef Billy, Chef Aiko, dan Sonia Wibisono

Senada dengan Chef Billy, si cantik Chef Aiko yang banyak mendalami masakan khas Indonesia mengaku kagum pada Bakmi Mewah sebagai bagian dari kemewahan nusantara. “Sebagai pecinta kuliner Indonesia, saya sangat mengagumi inovasi yang ditawarkan Bakmi Mewah. Aromanya sangat menggugah selera,” ungkapnya antusias.

IMG_0713
Menikmati Bakmi Mewah

Sambil menyimak drama musikal unik yang liriknya berisi keunggulan Bakmi Mewah, untuk kali kedua saya mendapat kesempatan untuk menikmati Bakmi Mewah. Tak berubah, Bakmi Mewah tetap menjadi bakmi siap saji terlezat yang pernah saya rasakan. Dengan taburan daging ayam dan jamur asli, Bakmi Mewah memang mengantarkan penikmatnya menuju kemewahan nusantara. Tak salah jika saya menggilai produk dari Mayora sejak kecil.

Sekitar pukul 18.00 WIB, acara di lounge Bakmi Mewah pun berakhir. Saya sempat diminta testimonial tentang kesan menyantap Bakmi Mewah dalam bentuk video. Setelah itu, sebagai salah seorang tamu VVIP, saya dipandu oleh kru NET. untuk masuk ke auditorium SICC karena acara puncak NET. 3.0 akan segera dimulai.

IMG_0724
NET. memang jagonya bikin set desain panggung yang kece

Meskipun tubuh masih lemah karena saya baru saja selesai dirawat di rumah sakit, rasa lelah berganti bahagia. Kapan lagi saya bisa menyaksikan Jessie J, Omi, Dawin, Kahitna, Raisa, dll. secara Live dan GRATIS selain di NET. 3.0. Selain itu, menikmati Bakmi Mewah juga menjadi mood booster tersendiri. Rasanya yang nikmat seakan mampu menghapus lelah dan duka lara. Sangat wajar jika di salah satu modern market di wilayah Depok, Bakmi Mewah pernah habis terjual sebanyak 150 kardus dengan 3.600 kemasan dalam waktu hanya satu jam.

IMG_0739
Penampilan dari Omi membawakan “Cheerleader”

Sepulang dari NET. 3.0, terbersit satu ide di pikiran saya untuk menjadikan Bakmi Mewah sebagai hidangan di hari ulang tahun saya tahun depan. Murah, meriah, tapi mewah dan membawa kemewahan nusantara. #PelitUnited

Melihat Kemewahan Nusantara Dalam Kebaya Peranakan Bersama Bakmi Mewah

Kemewahan nusantara dan keunikan Indonesia tak hanya berupa tempat wisata yang indah dan bangunan-bangunan megah. Rangkaian rancangan kebaya pun juga merepresentasikan indahnya Indonesia.

Setelah membaca tulisan Ria Pentasari dalam buku Chic in Kebaya, saya baru mengetahui bahwa sebenarnya kebaya bukanlah produk asli Indonesia. Kebaya merupakan warisan dari bangsa Arab, Tiongkok, dan Portugis. Kata kebaya sendiri secara etimologi dianggap berasal dari bahasa Arab “kaba”, yang berarti pakaian.

Pada abad ke-15 Masehi, kebaya mulai menjadi pakaian khas perempuan Indonesia, terutama perempuan Jawa. Busana ini terdiri atas baju atasan yang dipadu dengan kain.

Pada pertengahan abad ke-18, muncullah model kebaya Encim, yaitu kebaya yang dikenakan perempuan peranakan Tionghoa di Indonesia, dan kebaya Putu Baru, busana bergaya tunik pendek dengan motif cantik berwarna-warni. Hingga akhirnya, pada abad ke-19, kebaya dikenakan oleh semua kelas sosial. Bahkan kebaya sempat menjadi busana wajib bagi perempuan Belanda yang hijrah ke Indonesia.

Melihat fenomena tersebut, Presiden RI pertama, Ir. Soekarno menetapkan kebaya sebagai busana nasional pada era 1940-an. Sejak saat itu, kebaya menjadi salah satu kemewahan nusantara dan busana tradisional perempuan Indonesia, serta menjadi lambang emansipasi.

Semangat emansipasi itu yang menginisiasi Perhimpunan Kebayaku untuk mengadakan acara bertajuk “Launching Kebaya Peranakan Untuk Indonesia” pada hari Senin, tanggal 25 April 2016 yang bertempat di The Maestro, Plaza Indonesia, Jakarta. Event yang sekaligus merayakan Hari Kartini itu membawa misi menumbuhkan kecintaan terhadap kebaya sebagai jati diri perempuan Indonesia sehingga tetap hidup dan menjadi kebanggaan perempuan Indonesia.

IMG_9484
e-Poster Launching Kebaya Peranakan Himpunan Kebayaku

Bakmi Mewah, sebuah produk mie cepat saji terbaru yang inovatif dari PT Mayora Indah Tbk. mendukung penuh acara ini. Alasannya tak lain, karena cita-cita Perhimpunan Kebayaku sejalan dengan misi Bakmi Mewah yang ingin mengangkat kemewahan nusantara.

IMG_9518
Event Seru yang Mengusung Kemewahan Nusantara

Dalam acara tersebut, Ibu Mien. R Uno menjadi salah satu pembicara. Pendiri Lembaga Pendidikan Duta Bangsa itu memang aktif sebagai pembicara dan pengajar nilai-nilai etika dan pengembangan diri. Beliau pun sangat fasih menjelaskan tentang sejarah dan tata cara mengenakan kebaya.

IMG_9537
Ibu Mien Uno Memberi Penjelasan

Saat melihat Ibu Mien Uno, saya merasakan ada kedekatan emosional. Padahal sama sekali tidak ada ikatan keluarga. Mungkin karena ibu dari pengusaha muda yang juga calon Gubernur DKI untuk pilkada 2017-2022, Bapak Sandiaga Uno, punya keanggunan dan sikap keibuan yang level-nya sangat tinggi. Sehingga tiap melihat Ibu Mien Uno, bawaannya ingin berlari mendekati beliau, lalu memeluk sambil bilang, “NENEEEEK!!”

IMG_9545

Dalam paparannya di acara Launching Kebaya Peranakan, Ibu Mien Uno berkata, “Kalau pakai kebaya itu aksesorisnya jangan berlebihan kayak Pohon Natal.” Touche. Mengingat banyak perempuan dan ibu-ibu yang sekarang ini terlalu lebay dalam mengenakan kebaya. Mereka melupakan esensi bahwa dalam mengenakan kebaya, ada prinsip 3S yang harus diingat, yaitu Sederhana, Serasi, dan Sopan.

Sambil menyimak presentasi tentang jenis-jenis kebaya yang juga disampaikan oleh Ibu Mien R. Uno, untuk pertama kalinya saya mencicipi Bakmi Mewah. Kemasannya yang elegan ternyata berbanding lurus dengan rasanya. Sebagai tukang makan, saya berani mengatakan bahwa Bakmi Mewah adalah bakmi siap saji terlezat yang pernah saya rasakan. Dengan taburan daging ayam dan jamur asli, Bakmi Mewah memang mengantarkan penikmatnya menuju kemewahan nusantara.

IMG_9536
Bakmi Mewah Dan Le Minerale. Makan Siang yang Jadi Ada Manis-Manisnya

Bakmi Mewah adalah bakmi cepat saji pertama di Indonesia yang dibekali dengan potongan daging dan jamur asli yang segar, tanpa bahan pengawet serta MSG buatan. Karena diproses menggunakan teknologi pemanasan steril dari Jepang, sehingga Bakmi Mewah memang benar-benar mewah, terbaik, dan istimewa.

IMG_9535
Launching Website Himpunan Kebayaku

Dalam acara tersebut , Perhimpunan Kebayaku juga merilis website resmi mereka di http://www.perhimpunankebayaku.com. Laman resmi tersebut berisi hasil riset bertahun-tahun baik di dalam dan luar negeri, wawancara dengan berbagai narasumber, baik itu ahli sejarah maupun pakar budaya, tentang kebaya sebagai kemewahan nusantara, mulai dari pengetahuan tentang asal-usul kebaya, sejarah kelahirannya, serta aneka varian kebaya – yang muncul akibat pengaruh budaya di setiap daerah.

Tak ketinggalan, mereka juga mendokumentasikan “kisah” kebaya dalam bentuk buku yang berjudul “Kebaya Negeriku” yang akan segera terbit dalam waktu dekat.

Sayangnya, siang itu saya harus segera kembali ke kantor sehingga tidak bisa menyelesaikan acara hingga tuntas.

Kesimpulan dari tulisan ini adalah jika kebaya berasal dari kata “kaba” yang berarti pakaian, apakah berarti kebaya juga bisa digunakan oleh laki-laki agar Kaum Adam bisa menjadi bagian dari kemewahan nusantara? Entahlah. Just forget it.

Mengatasi Patah Hati

Mengatasi patah hati bukan perkara mudah. Jangan terlalu harfiah menerjemahkan patah hati dengan hati (liver) yang patah. Mengatasi patah hati artinya berusaha meredam emosi negatif yang terjadi setelah seseorang mengalami kekecewaan terhadap pasangan atau sesuatu yang tidak sesuai harapan. Sebagai contoh, menaruh harapan terlalu banyak terhadap seseorang hingga akhirnya dikhianati, menyatakan cinta kepada seseorang namun mendapat penolakan, atau mendapati kenyataan hubungan yang sekian lama dibangun harus berakhir tanpa penjelasan. Akibat dari hal-hal tersebut adalah munculnya rasa kecewa dan rasa sakit yang membuat diri menjadi hilang semangat.

Siapapun tak memungkiri bahwa mengatasi patah hati adalah salah satu hal yang sulit dilakukan selain berkomitmen dan kesetiaan. Patah hati menjadi notifikasi yang memberitahu penderitanya bahwa ada hal yang harus diperbaiki dan diperhatikan. Mengatasi patah hati artinya harus menemukan cara untuk mengobati rasa sakit yang imajiner, sebab rasa sakit tersebut tak dapat ditemukan kasat mata, bahkan menggunakan peralatan super-canggih sekalipun. Rasa sakit itu berupa penurunan kadar kortisol yang berakibat timbulnya stres. Kortisol sendiri adalah hormon steroid yang diproduksi di dalam korteks kelenjar adrenal. Efek lebih lanjut dari penurunan jumlah kortisol normal adalah menyebabkan penekanan fungsi tiroid, gangguan kognitif, meningkatnya tekanan darah, penurunan kepadatan tulang, hingga ketidakseimbangan gula darah.

Mengatasi patah hati artinya harus berurusan pula dengan penurunan kadar serotonin. Serotonin adalah neurotransmitter, zat kimia dalam tubuh yang terbuat dari asam amino triptofan. Kadar serotonin yang rendah memicu munculnya gangguan kecemasan seperti depresi dan paranoid, gangguan obsesif-kompulsif, migrain tak berkesudahan, hingga kelebihan berat badan.

Setelah mengetahui betapa tak bergunanya patah hati bagi tubuh, maka salah satu cara mengatasi patah hati adalah dengan mengikhlaskan yang telah terjadi. Melawan rasa sakit dengan keikhlasan adalah cara mengatasi patah hati paling ampuh. Rasa sakit memang bukan berkah, pun bukan hadiah. Namun, seburuk apapun kemasan dari patah hati, jika memberanikan diri untuk membukanya, maka rasa sakit akan berganti dengan ketenangan.

Mengatasi patah hati dengan bersikap ikhlas memang akan butuh waktu lama. Namun seiring waktu, dengan mengatasi patah hati, para penikmatnya akan mendapat pengetahuan baru dan kepercayaan diri tinggi untuk menghadapi segala sesuatu yang akan terjadi di masa depan.

Karena faktanya, patah hati adalah masalah kepercayaan diri. Jadi hanya diri sendirilah yang bisa mengatasi patah hati.

Filosofi Kopi the Movie: Universalnya Kopi dan Dinamika Interaksi Antara Ayah dan Anak

Filosofi Kopi the Movie: Universalnya Kopi dan Dinamika Interaksi Antara Ayah dan Anak

Secangkir kopi ibarat pelajaran bahasa: terdapat aturan, ilmu, dan retorika. Bagi sebagian besar orang, kopi bukan sekadar minuman penghangat. Ia adalah media komunikasi. Sebab secangkir kopi bisa menjadi bahasa yang universal. Kopi dianggap bisa menyampaikan banyak pesan pada orang lain, meskipun mereka berbangsa, berbahasa, berkultur, dan berlatar berbeda.

Itulah salah satu hal mendasar yang bisa saya tangkap dalam Filosofi Kopi the Movie. Film ini merupakan sebuah film layar lebar Indonesia terbaru yang disutradarai oleh Angga Dwimas Sasongko, yang diadaptasi dari cerita pendek karya Dewi Lestari berjudul sama.

Tapi apakah Filosofi Kopi the Movie melulu berbicara tentang kopi?

Featured image

Filosofi Kopi the Movie berkisah tentang kedai Filosofi Kopi yang didirikan oleh dua sahabat, Jody (diperankan oleh Rio Dewanto) dan Ben (Chikho Jerikho). Interaksi antara Jody dan Ben menekankan harmonisasi dan ketergantungan antara mereka. Hanya saja, mereka juga sama-sama terdampar dalam satu masalah klasik: hilangnya kepercayaan terhadap sang ayah.

Terlahir dari keluarga keturunan Tionghoa yang gemar berdagang, Jody tak hanya mewarisi toko kelontong dari mendiang sang ayah, namun hutang sebesar delapan ratus juta rupiah. Sedangkan Ben, barista jenius asal Lampung yang penuh pesona, adalah anak laki-laki dari seorang petani kopi yang terpaksa ia tinggalkan karena ia anggap telah membunuh ibunda tercintanya.

Agaknya kesamaan itulah yang membuat Jody dan Ben begitu dekat. Terlebih Ben telah menjadi bagian dari keluarga besar Jody sejak usia 12 tahun, dimana Ben ditampung dan disekolahkan. Hanya saja, di tengah harmonisasi serta perjuangan mereka mengatasi hutang, mereka terbelit konflik yang cukup pelik. Mulai dari hal-hal seputar materi, kehadiran tokoh El (Julie Estelle) – love interest bagi Jody dan Ben, hingga tantangan membuat kopi berhadiah satu milyar dari seorang pengusaha properti.

Pada akhirnya, kopi jualah yang menjaga harmonisasi interaksi antara Ben dan Jody. Keuniversalan dan keunikan kopi memang sulit untuk dilawan. Seperti halnya kekuatan cinta bagi pemujanya.

Bila boleh menyimpulkan, gagasan besar dalam film Filosofi Kopi the Movie ini adalah agenda bonding antara ayah dan anak, cara melepaskan diri dari jeratan masa lalu, serta kecenderungan kuat dalam mengolah masalah menjadi sebuah konsep win-win solution.

Bagi yang ingin tontonan ringan, Filosofi Kopi the Movie nampaknya akan memuaskan siapa saja penontonnya. Pesona cerita dan kualitas akting para pemerannya akan memberikan sensasi rekreasi yang tak terlupakan.

PS:

Menilik karakter Jody dan caranya menanggapi kesusahannya yang tak putus-putus, saya jadi teringat sosok Tevye di film klasik Fiddler on the Roof yang berujar kepada Tuhan: “I know, I know. We are Your chosen people. But, once in a while, can’t You choose someone else?